Poltergeist

2006 Kata

"Kamu ini aneh-aneh saja, Ndi," kata Rendi. "Serius, Mas. Masa kalian enggak lihat macan ini?" Andi menengok kembali ke sampingnya. Macan putih itu sudah menghilang. "Sudah. Lebih baik, kita balik saja. Hawanya kok tiba-tiba enggak enak," kata Putra. "Terus, kalian juga enggak lihat? Kumpulan kera putih tadi?" "Kera sakit kali, Mas! Sudah, ah! Jangan bahas begituan. Jadi, merinding aku!" tegas Putra. Mereka pun, segera kembali ke rumah Siska. Bertepatan dengan, Siska baru saja selesai memasak. Tempe dan ayam goreng sambel kemangi. Perpaduan yang cocok dengan nasi panas. Juga, kerupuk. "Ayo, makan," ajak Siska—yang seumuran Rendi. Memiliki satu anak laki-laki. Usianya, hampir sama dengan Diko. "Mbak Siska—Masa tadi, Mas Andi bilang kalau lihat kera putih. Memang, di sini ada habitat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN