Jari Dan Bola menggelinding

2161 Kata

Pukul 17.30. Andi baru saja tiba di rumah. Seperti biasa, Andi bergegas mandi. Sholat. Makan. Dan, menemani Diko bermain, di ruang tamu. Rindi duduk di samping Andi kemudian. “Mas, nanti malam, ya?” bisik Rindi, dengan mengedip genit. Andi tersipu. “Ah, kamu, Rin. Jangan omongin itu di depan Diko.” “Nanti Diko takut lagi?” “Heh?” kata Andi, sambil mengernyitkan dahi. “Kenapa Diko takut?” “Ya, soalnya mau cerita hantu.” Selanjutnya, Andi ternganga. “Aaah, nanti malam cerita hantu lagi maksudmu?” Rindi mengangguk. “Hehe. Aku kira...” “Di kira apa, Mas?” kini giliran Rindi yang mengernyit. Lalu, tertawa. “Aku paham apa maksudmu, Mas.” Andi hanya bisa meringis malu. ** Pukul 21.30. Diko sudah tidur. Lampu kamar di matikan. Berganti lampu tidur. Kipas angin di nyalakan. Diko sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN