Putra kembali membaca Ayat Kursi. Gempa terjadi lagi Kali ini, Haris memperhatikan Putra. Setelah Putra selesai membaca Ayat Kursi—gempa berhenti. Haris mengedarkan pandangan. "Bagaimana? Kamu masih enggak percaya?" "Tapi, kenapa? Kok bisa aku di alam gaib, Put?" "Akibat perbuatan kalian. Aku sudah mengingatkan berkali-kali. Jangan membuat lelucon seperti itu. Inilah, hasilnya kalau mereka enggak terima. Beruntung, ada Pak Kyai, yang mau menolong kita. Kalau enggak? Kamu bakal mati." "Astaga, Put! Jangan ngomong begitu." "Kenyataannya memang begitu." "Terus, bagaimana caranya agar kita bisa kembali, Put?" "Hanya, Pak Kyai yang tahu." Putra dan Haris berjalan mendekati Kyai Putih. "Pak Kyai, sekarang bagaimana?" "Tunggu." Kyai Putih menyentuh bahu Haris. Membaca doa. Seketika, Ha

