Hari-hari Andi pun berjalan dengan biasa. Tidak ada gangguan lagi, setelah pengajian yang mendebarkan itu. Ia melakukan aktifitas seperti biasa. Berangkat kerja. Pulang. Bermain dengan Diko. Sabtu-Minggu, terkadang mereka ke tempat wisata. Dan, yang lebih menyenangkan bagi Andi adalah—hutang-hutang Andi sudah lunas. "Alhamdulillah ya, Rin. Kita sudah enggak punya hutang lagi." "Iya, Mas. Aku senang banget. Akhirnya, kita bisa menabung juga." "Iya, Rin. Mulai gajian bulan depan, kita menabung, ya? Buat sekolah Diko. Sama, buat beli kendaraan." "Iya, Mas. Selamat ya, Mas. Keinginanmu tercapai juga." "Keinginan kita berdua, Rin. Berkat kerja keras kita juga." "Terus, yang paling kamu inginkan sekarang apa, Mas?" "Mmm.. Sebenarnya sih, Mas mau naik jabatan. Hehe. Ya, minimal jadi Manage

