42. DINNER KELUARGA

2039 Kata

Langit mendengus lelah, rasanya gendang telinganya mau pecah mendengar kebawelan Mentari sepanjang jalan, belum lagi sampai di apartment masih berlanjut, dia berusaha menjelaskan tapi Mentari terus saja cerocos tak jelas. Hingga Langit mengambil sapu tangan miliknya, ia berinisiatif membungkam mulut Mentari dengan sapu tangan tersebut. "Hmmmmppttt...." Langit tertawa puas saat ini, ia juga memegang tangan Mentari dengan posisinya juga duduk di atas meja hadapan Mentari. Menbuat Mentari tak bisa bergerak sama sekali apalagi dengan sengaja Langit meletakkan kedua kakinya di atas kedua paha Mentari. "Sekarang giliran aku. Kamu bawel banget dari tadi. Dengarin aku ya Mentari sayang. Tadi aku enggak ada apa pun sama Maura! Aku cuma beri peringatan sama dia, biar dia jangan berani-beraninya ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN