39. MENUTUP WAJAH

1960 Kata

"Akhirnya kalian pulang juga." Ternyata Papi Jaya sudah menunggunya sejak tadi. Jaya maupun Runi sangat khawatir pada Mentari semenjak mengetahui dari Marco, kalau Mentari dibawa seseorang laki-laki kecemasan selalu saja menghantam keduanya. Langit menurunkan Mentari duduk di sofa. " Pi, Mi... maaf kalau menunggu lama." Ujar Langit. "Enggak papa Langit, Mami hanya khawatir." Jawab Mami Runi mendekat duduk di samping putrinya, sambil mengelus rambut Mentari. "Sekarang Mentari kamu ceritakan siapa orang menculik kamu" Ucap tegas dari Jaya yang berhadapan Mentari. Mentari mendongakan kepalanya menatap Langit, ia seolah tahu Langit pasti akan disalahkan karena tidak bisa menjaganya dengan baik. Runi mau Jaya menunggu keduanya untuk bicara. Dengan raut penuh marah Jaya menatap intens be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN