Mentari berjalan di lorong menuju apartemen miliknya, Langit mengekorinya seperti buntut. Sesekali menoleh kearah belakang dimana Langit berjalan tegap. "Lo kenapa jalan di belakang gw." Lirih Mentari berjalan mundur. "Lo udah kayak bodyguard gw aja." Langit memilih diam tidak mengeluarkan suara apapun dari mulutnya. "Yahh.. lo kok malah diam.. Mau gw cium lo." Ujar Mentari seraya menunjukkan bibir meronanya. "Jangan coba-coba!!" Sergah Langit mundur selangkah. "Lo berani gw balik nih." "Ancam melulu lo." Sungut Mentari Lalu membuka pintu apartemennya dengan memasukkan kode. Langit masih mematung didepan pintu, ia enggan untuk masuk. Rasanya tidak sopan untuk masuk apartemen Mentari, Langit berharap Mentari tidak hanya sendiri di apartemen. Ia sudah nyaris gila menghadapi kekonyolan Me

