Mentari membuka matanya perlahan, pemandangan masih terlihat samar. Mentari kembali memejamkan matanya berkali-kali. Ia membukanya lagi, Mentari melihat sekeliling tempat ia berbaring. Ia melihat Bunda Nessa pertama kali, Mentari tersenyum. "Bunda." Lirih Mentari terbaring lemah. Kemudian ia bergilir melihat keluarga yang lain, Hanna, Mami dan Papinya serta ayah Andri. Tidak ada Langit disana membuatnya heran. Mana mungkin Langit tidak perduli padanya. Mentari berpikir apa suaminya sesibuk itu, hingga tidak bisa menjaga istrinya. Atau Langit marah karena dirinya ceroboh sampai-sampai kecelakaan. "Dimana Langit." Akhirnya Mentari melontarkan pertanyaan yang tak bisa di jawab siapapun termasuk Hanna. Semuanya terdiam, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Mentari. Perempuan itu semakin k

