Langit baru juga sampai di rumah sakit, ia berlari menelusuri lorong mencari ruangan ICCU, Langit melihat keluarganya didepan ruang ICCU, tidak ada wajah dari mereka terlihat. Lutut Langit melemas mendekati mereka. Ia tak sanggup mendengar kemungkinan terjadi. "Mentari..." Langit berlirih pelan, ia mulai mendekati salah satu dari. Belum juga ia sempat mendekat mencari keberadaan Mentari, tiba-tiba Jaya melangkah maju memberi tamparan pada Langit. Plak.... Langit hanya bisa diam, dia yakin Papi Jaya telah mengetahui segalanya. Wajar saja ia tak terima jika putrinya hamil sebelum berhasil menjadi dokter. Jaya sangat marah, sampai-sampai tidak ada yang bisa berkutik dengan kemarahan Jaya. Langit tertunduk, ia sadar kesalahannya yang telah lancang melakukannya, padahal Jaya sering menekan

