17. RUMAH SAKIT

1307 Kata

Mentari sekarang berada di cafe Hanna, sebenarnya bukan hanya ingin nongkrong ia juga ingin mencari tahu tentang hubungan Hanna dan Langit tentunya. Tata dan Salsa yang selalu menolong dirinya dari masalah termudah maupun tersulit. "Lo berdua bisa kan pancing Hanna tentang masalalunya, dan jangan buka mulut tentang hubungan gw dan Langit." Seru Mentari duduk seraya menyesap minumnya. "Tenang aja lo. Ngomong-ngomong gimana ciuman Langit. Gw kepo maksimal nih." "Lo berdua masih dibawah umur." Mentari berkata dengan kikihannya. "Bangke lo!!" Umpat Salsa dengan kesal. Tak lama Hanna keluar menghampiri ketiga orang yang tengah tertawa bahak. Dengan mukanya yang terlihat memucat. Tentu saja itu membuat mereka khawatir. "Han, lo enggak papa. Muka lo pucat banget." Tanya Tata bangkit menolon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN