Saat makan malam Langit tidak ikut, ia takut Mentari tambah marah padanya. Ia memilih diam dikamarnya sendiri. Yang pasti Mentari makan dengan teratur sudah membuatnya lega. Tok.... Tok... Tok... Langit mendengar suara ketukan pintu. Ia menatap pintu. "Masuk." Sahut Langit yang tengah duduk bersender diatas ranjangnya. "Boleh Ayah masuk." Ternyata Ayah Andri yang menghampirinya dengan salah satu pelayan dengan beberapa makanan untuknya. Langit tak mengira ternyata ayahnya. Apakah ayahnya akan ikut menyalahkannya seperti yang lain?!? Ayah Andri memperintahkan pelayan meletakkan makanan di atas nakas samping Langit, kemudian ia memberi aba-aba untuk pergi meninggalkan mereka. Ayahnya berjalan mendekati Langit. "Ayah sudah dengar tentang kamu yang telah buat Mentari menangis." "Aku ngg

