Pagi harinya Mentari dan Langit sedang berada di dalam mobil. Mereka sedang dalam perjalanan ke kampus. Sedari tadi Langit hanya diam, tidak bicara apapun. "Lo kok diam." Kontan Mentari mengintimidasi muka datar yang selalu dia tunjukkan. "Gw harus ngomong apa?" "Apa kek? Ya Tanya apa kek." "Enggak penting." Ucap Langit dengan sikap dinginnya. "Astaga!! Lo irit banget jadi orang." Gerutu Mentari duduk dengan kakinya melunjurkan di kedua paha Langit. "Lo enggak mau nanya tentang Arga gitu sama gw." Chitt... Langit menepikan mobilnya di pinggir jalan. Dia memiringkan tubuhnya memandang Mentari, dia menurunkan kaki Mentari. "Gw cuma mau lo sendiri yang cerita. Gw enggak mau maksa lo cerita." 'Sumpah nih laki nyebelin banget. Gw cekik juga dia.' Geram Mentari dalam hati. Mentari mema

