Langit kini terlihat sibuk dengan beberapa kerjaannya yang berbau obat di ruangannya. Ada beberapa perawat yang berlalu lalang di ruangan tersebut. Sedangkan Langit hanya bisa menerima Mentari yang terus berkeledotan di sampingnya. Memang... Ada perasaan lega terselip dihatinya, setelah pertengkarang menghantam hubungan keduanya. Bagi Langit yang terpenting senyum menyinari wajah Mentari, itu sudah cukup membuatnya bahagia. Walaupun ia merasa Mentari menyembunyikan rahasia besar darinya "Suami bucin.. masih lama, aku lapar." Kata Mentari dengan raut muka manjanya. Langit melirik muka Mentari menggemaskan, hingga dia tak tahan mencuri ciuman seklilas dari Mentari. "Kamu makan di kantin ya. Aku masih banyak kerjaan sayang." "Nggak mau! Maunya sama kamu ya." Ucapnya memelaskan wajahnya m

