49. SATE TENGAH MALAM

1038 Kata

Sebenarnya Langit enggan sekali untuk turun dari ranjang, tapi karena Mentari yang meminta, ia beranjak dari tempat tidurnya. Langit membersihkan dirinya lalu kembali menggenakan pakaian seluruh tubuhnya. Mentari menguntit Langit dari belakang yang menuju dapur. ia menjadi semakin manja pada Langit, "Kamu ngapain ngekori aku kayak buntut." Mentari menatap malas dari belakang punggung Langit. Dia sudah tahu kedataran Langit itu akan meruntuhkan senyumnya. "Aku mau lihat suami bucinku masak." Gumamnya polos, langsung membuat pria yang memiliki postur tubuh gagah ini berbalik dengan berkacak pinggang.. "Sekali lagi kamu panggil aku suami bucin, aku nggak jadi masak." Gertak Langit sambil tersenyum penuh dengan seringaian pada Mentari. "Ish... Kamu nyebalin banget sih. Tega gitu sama b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN