35. KENYATAAN

1522 Kata

Langit baru saja tiba di rumah bundanya Nessa, seperti biasa ada beberapa bodyguard di sana. Langit mengingat terakhir kali ia disini dengan bertengkar dengan ayah kandung, sempat membuat Nessa lemah saat itu. Langit turun dari motornya, ia langsung masuk mencari sang bunda yang tengah asik menonton serial drama favoritnya. "Siang, Bun." Langit mendarat menempel kepalanya di pundak sang bunda yang sudah tidak muda lagi. Perempuan paruh baya itu tersenyum mendapatkan kehadiran putranya. Bunda Nessa langsung memeluk putra kesayangan mereka. "Langit... Kenapa tidak telpon bunda dulu mau kemari, bunda kan bisa masakan makanan kesukaan kamu." Langit membalasnya dengan senyum, entah kenapa dia merasa bundanya lebih baik keadaan dari sebelum ia meninggalkannya. "Langit hanya singgah. Bunda su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN