Ada satu hal yang tidak Mentari pahami.. Kenapa Langit pergi seakan benar-benar mengiris luka, semakin dia menjauh lukanya akan menjadi sangat dalam. Awalnya dia mendekat karena permainan, perjodohan, tapi ternyata dia yang jatuh cinta lebih dulu. Dan bodohnya dia bernahan walau telinganya sama sekali belum mendengar kata I Love You dari Langit. Lebih-lebih Mentari telah menerjang satu malam paling mengerikan dalam hidupnya. Perempuan itu tidak berniat untuk diam di apartment. Sampai pada saat dua sahabatnya menemui di apartmentnya. Ting tong.. Mentari berkejar membuka handle pintu, ia berharap Langit pulang. Dan rasanya sakit bisa menghilang tapi dia harus kecewa saat bukan Langit yang datang. "Lo." Ucapnya lemas pergi masuk kembali dengan rasa kecewa. "Lo berantakan banget, njrit."

