Pagi harinya.. Langit lembur di rumah sakit, beberapa hari ini Langit mencari uang tambahan membelikan cincin untuk mengungkapkan perasaannya pada Mentari. Kebetulan sekali hari ini Langit tidak ada kelas, dirinya hanya mengantar Mentari kuliah. Ternyata pagi itu masih sepi, hanya ada beberapa perawat. Para dokter juga belum datang, ada juga paling darurat. Ada satu ruangan yang menarik perhatiannya. Ruang ICCU, didepan sana sudah ada Arga dengan raut muka khawatir. Ditambah lagi dengan kehadran Anjani ibu dari Hanna yang ia kenal. Kakinya melangkah perlahan, daripada rasa penasaran meronggoti hatinya. Langit mendekat menghampiri Arga yang terlihat cemas. "Arga.." Ucap Langit. Langsung membuat Arga mendongakan kepalanya, ia bangkit dari duduknya menatap kaget. Seharusnya Arga sudah t

