Hanna tak percaya setelah perpisahan waktu itu, ia bisa bertemu Langit lagi. Tapi ternyata Langit begitu membencinya, sikap dingin Langit membuatnya kecewa, Hanna sangat sedih dengan air mata yang berbulir. Ia berjalan tertatih dengan deraian air mata, perlahan napas seksa, dadanya sakit sampai pada akhirnya ia terjatuh pingsan. Syukur Arga dengan cepat menangkap Hanna, ia memang hendak ke rumah sakit bersama Tama, Salsa dan Tata. Tapi dia lebih dulu sampai di banding temannya yang menggunakan mobil. "Hanna! Kenapa lo bisa disini." Arga meminta dokter menolong Hanna. Raut muka Arga berubah khawatir, seharusnya sudah biasa seperti ini. Bahkan semakin hari jantung Hanna melemah. "Apa yang terjadi sama lo, Han? Kenapa lo drop lagi?" Lirih Arga di luar sudut salat satu ruang rumah sakit.

