bc

Mas Dzawin

book_age16+
2.3K
IKUTI
6.9K
BACA
possessive
others
doctor
comedy
sweet
humorous
icy
chubby
teacher
wife
like
intro-logo
Uraian

Gadis manis bernama Gendis Rahajeng, yang manis seperti arti namanya. seorang gadis yang baru saja menyelesaikan pendidikan strata satu

dan merasa kalau dirinya belum siap untuk bekerja, tapi dirinya enggan menjadi beban keluarga dan beban negara alias pengangguran.

berawal dari keisengannya meminta dikenalkan dengan laki-laki pada salah satu ibu bocah yang memakai jasa les privat miliknya. Laki-laki yang bernama Dzawin Surya Praja, seorang dokter anak yang terlihat pendiam dan cuek.

"jangan lupa ya dis, ibu tunggu kamu jadi mantu ibu lo. kaya Ayu gini." kata bu Halimah

"ibu mah, jangan gitu lah gendis kemarinitu beneran cuma bercanda bu BER CAN DA."

"udah bu biar Gendis pulang, udah sore ini." ucap Ayu

"tapi yu." ucap Halimah

"udah bu tenang aja, nanti kalau Gendis gak mau jadi mantu ibu kita dukunin aja biar mau." ucap ayu santai ini

Gendis yang mendengar langsung melotot

akankah kisah mereka berakhir bahagia atau kah hanya sebagai orang yang hadir dalam cerita?

PERINGATAN!!!

cerita ini dapat menyebabkan uwuphobia, baper, halu, iri dan dengki

chap-preview
Pratinjau gratis
PART 01 🌻
Sore ini terlihat serang gadis yang tengah menghitung uang hasil kerjanya hari ini sebagai tutor bimbel –bibingan belajar miliknya. Dengan sedikit bersenandung, meskipun suarnya yang sungguh bagus menurutnya tapi utnuk orang-orang disekitarnya lebih baik jika gadis itu diam saja. Karena suaranya sungguh-sungguh menganggung ketenangan. "Elah gini amat berasa murahan gue dihargai lima ribu perak sama bocil sama seblak aja mahahalan seblak cik Nunuk."  "Yuk bisa yuk semangat siapa tau bisa beli Alphard yekan bismillah. Alphard I’m coming."  Itulah curahan hati seorang gadis muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan strata satu beberapa bulan lalu. Gadis manis bermana Gendis Rahajeng, yang manis seperti arti namanya. Gendis merasa kalau dirinya belum siap untuk bekerja, tapi dirinya enggan menjadi beban keluarga dan beban negara alias pengangguran. Entahlah  Membuka les privat atau bimbel dirumah bukan suatu hal yang buruk pikir Gadis muda itu, dan yah ini lah kegiatan sehari-hari Gendis yaitu menjadi tutor bimble di rumahnya dengan tarif lima ribu perpertemuan, murah sekali bukan? bukan. "Udah selesai belum ngerjainnya?." tanya Gendis kepada anak-anak bimbel yang berjumlah sepuluh orang itu. " Bentar kak kurang satu nomor lagi, soalnya sulit banget ini." " Lama amat lo, gue nih udah selesai kak." Kata salah satu murid Gendis sombong. Maklum anak-anak masih suka pamer.  "Lima menit lagi kita koreksi dan nilai ya." kata Gendis mengingatkan, dan di sambut dengan jawaban beragam. ***** Saat ini Gendis tengah merebahkan dirinya di kasur ternyaman menurutnya karena kasur ini hasil jerih payahnya kerja memberikan bimbel kepada anak-anak yang masyaallah susah di atur dan kasur ini masih belum lunas karena dibeli dengan cara kredit dengan jangka waktu selama satu tahun. "Lelah hati lelah pikiran aku mazzzz, mauu nikah ajahhh. Biar ada yang nyeponsorin ini hidup aku hiks . " keluh Gendis sambil merebahkan diri dikasur kesayangannya setelah memberi bimble pada anak-anak yang masyaallah pengen nampol. Maklum banyak anak dan dengan berbagai macam karakter dan sifatnya. Mau marah tapi anak orang, nggak marah tapi sebel. Nasib nasib. Ting! Suara handphone Gendis menandakan ada w******p masuk. Mbak Ana |Dis ini ada anak mau bimble privat bisa gak lo? kan lumayan buat nambah-nambah penghasilan buat beli seblak cik Nunuk Bisa, dimana rumahnya mbak?| Tau aja sih kalau aku suka beli seblak cik Nunuk| Alhamdulillah rejeki lagi nih boss jangan sampai ditolak–pikir gadis | Perumahan dekat rumah lo | Kalau mau entar gue suruh orang tuanya w******p lo sendiri, masalah harga nego berdua aja enaknya gimana Woke mbk, ditunggu w******p dari orang tuanya tu bocah wkwkwk | "Alhamdulillah semoga deal dah ini, kan lumayan buat nambah-nambah beli skinkerr eh seblak sama cilok deng." kata Gendis "Dis buru sini makan nggak kamu!." suara sang mamak yang memanggilnya dan menyuruhnya untuk makan malam bersama "Iya bentar, mau ngecas ponsel dulu." balas Gendis dari dalam kamar Setelah sampai di meja makan dan melihat menu yang tersedia, dengan spontan Gendis berkata. "Waduh ada acara apa nih mak, banyak banget menunya?." "Tadi dikasih bu Marni, kan tadi habis ada acara lamaran di rumahnya." kata sang mamak a.k.a Heti " Tuh lihat anak bu Marni yang baru lulus SMA aja udah ada yang lamar, lah kamu udah sarjana masih diem-diem aja. Buru kali Dis, mamak pengen nimang cucu nih, apalagi kamu anak mamak sama bapak satu-satunya." lanjut Heti “ Buat lagi aja sih mak biar aku nggak satu-satunya, yakan pak?” kata Gendis yang ditanggapi Anton dengan deheman dan membuat sang mamak melotot "Tenang aja mak, jodoh udah ada yang ngatur. Tuh anak bu Marni udah lamaran tekdung duluan kali gugup amat masih bocil juga." lanjut Gendis santai "Jangan suka nuduh kamu nanti jadinya fitnah dosaa!!!” kata Heti yang mendengar jawaban sang anak “Nih pak anak mu kalau di kasih tau ngeyel teroooooooossssss." Lanjut Heti mengadu pada sang suami "Udah ayo makan, kalau kayak gini nggak jadi makan ini bapak udah laper pake banget lo." kata Anton sebagai penengah "ihh sayang bapak banyak-banyak deh. Lup lup." ucap Gendis yang merasa terselamatkan oleh ucapan bapaknya ***** "Aw aw gumus gumus."  “ Mau satu saja yang kayak gitu boleh kali YA ALLAH.” "Tolong lah kalau nyiptain visual bahan haluan jangan sempurna banget bisa nggak sih, kan jadi susah kalau mau cari di rillep." Beberapa celotehan Gendis saat menonton drama yang sedang hits dan di gandrungi anak muda saat ini.  "Udah malem Dis, tidur jangan main hp terus." kata sang mamak dari balik pintu kamar Begitulah keadaan Gendis saat menonton drama yang penuh keuwuan, pasti sangat heboh dan tidak mementingkan keadaan sekitar. Serasa dunia milik dirinya sendiri. ***** +628xxxxxxxxxx |Assalamualaikum dek, ini benar dengan nomornya Gendis? Waalaikumsalam iya dengan saya sendiri| | saya Ayu, saya dapat kabar dari Ana kamu buka jasa bimble privat ya? iya benar mbak Ayu| |saya mau daftarin anak untuk bimble privat dirumah saya bisa dek? Bisa mbak, kalau boleh tau anaknya kelas berapa ya dan rumahnya dimana?| |anak saya yang pertama kelas 3 dan yang ke dua kelas 1 | rumah saya di perumahan griya indah nomer x baik mbak, untuk jadwal nanti saya konfirmasi lagi.| "Yuhu cuan cuan cuan, Alphard i'm coming." seru Gendis senang bukan main karena cita-cita untuk membeli Alphard mungkin akan kesampaian. *****  Setelah kemarin dirinya memberikan konfirmasi untuk jadwal les di rumah Ayu dan disepakati bersama. Akhirnya hari ini adalah hari dimana Gendis memberikan les pada anak Ayu, jam menunjukkan pukul tiga saat Gendis menghidupkan sipus motor metik hitam kesayangan. "Ini nomor lima, berarti nomor tujuh kesana lagi " gumam Gendis saat masuki perumahan tempat Ayu tinggal. Saat sampai penakarang rumah gang di perkirakan Gendis sebagai rumah Ayu, Gendis lalu memakirkan motornya "Gile nih rumah keren simpel tapi cakep banget, rumah impian ini mah." Tok! Tok! Tok! "Assalamualaikum, permisi." ucap Gendis kencang Terderang suara sautan dari dalam rumah  Ceklek! "Waalaikumsalam, Gendis ya?." tanya Ayu "Iya mbak." Sebenarnya ada ada bell rumah yang teretak di sebelah kanan pintu, emang dasar Gendis aja yang nggak lihat, perlu periksa mata sepertinya. "Masuk- masuk lain kali bisa pencet bell aja biar kamu nggak perlu teriak lagi, kasihan tenggorokan kamu.” Kata Ayu “Aku panggilkan anak-anak dulu ya. kamu bisa duduk dulu." Lanjut Ayu

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
194.1K
bc

TERNODA

read
201.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.4K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
6.6K
bc

Kali kedua

read
222.0K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook