Setelah melalui perjalanan kurang lebih selama 15 menit, tibalah bus yang mereka tumpangi di depan gerbang sekolah SMP Pancasila.
Mereka berenam lalu turun dari bus. Kemudian mereka langsung terkejut begitu saja saat melihat bahwa gerbang Sekolah mereka terkunci dari luar.
“Loh! Kok gerbang sekolahnya digembok?” ucap Rival.
“Jangan-jangan SMP Pancasila juga pulang lebih awal, karena Guru-Gurunya pada rapat. Makanya gerbangnya udah digembok.” balas Gerald.
“Ck!” Tevi menatap lesu gerbang sekolah tersebut. “Jadinya harus tetep izin pas masuk sekolah buat ambil ijazah kita ke SMP.”
“Nggak apa-apa kali, kita semua juga gitu kok.” ucap Liora.
“Eh Lin, mana tempat seblaknya?” tanya Alexa.
“Ayo ikut gue!” balas Elina.
“Eh girls.” panggil Rival. “Ikut nyeblak dong!”
“Hah?” Gerald dan Tevi mendadak keanehan melihat Rival yang ingin bergabung makan seblak dengan Liora CS.
Rival menatap Gerald dan Tevi sejenak. “Kenapa? Daripada kita ke sini nggak ngapa-ngapain, mending kita gabung nyeblak aja sama mereka.”
Liora, Alexa, dan Elina tersenyum setelah mendengar ucapan Rival barusan.
“Nah, bener tuh. Mending kalian ikut nyeblak aja bareng kita, yuk!” ajak Alexa.
Gerald menghela napas panjang. “Yaudah deh, gue ikut.”
“Lu juga Tev! Ikut ayo!” ajak Rival.
“Iya-iya ayo.” balas Tevi.
“Nah, mantap nih rame-rame.” ucap Liora sembari tersenyum.
“Yaudah yuk!” ucap Elina, kemudian berjalan paling depan, memimpin teman-temannya menuju warung seblak Ibu Ayun.
Mereka berjalan melewati jalanan gang yang berada di sebelah SMP Pancasila.
“Udah SMA aja ya kita? Berasa baru kemarin deh masuk SMP ini.” ucap Gerald.
“Iya, udah bukan ABG lagi kita, udah dewasa, udah pantes buat pacaran.” balas Tevi.
“Jadi, kapan lo mau ngelepas kejombloan lo itu Ger? Udah SMA nih, nggak ada niatan cari cewek gitu? Lo kan ganteng bro.” ucap Rival.
“Hah? Gerald waktu SMP jomblo?” tanya Alexa.
“Iya, nggak pernah pacaran dia. Padahal yang suka banyak, tapi dianya nggak mau pacaran.”
“Masa sih cowok seganteng lo nggak pernah pacaran Ger?” tanya Elina. “Lawak ah.”
“Iya, berasa mustahil ya?” ucap Alexa. “Nggak percaya gue.”
“Ngomong apa sih kalian ah!” ucap Gerald.
“Beneran, Gerald emang belum pernah pacaran. Soalnya, dilarang sama orangtuanya.” ucap Tevi.
“Yaelah Ger, semua anak juga dilarang pacaran kali sama orangtua.” ucap Alexa. “Tapi ya namanya Anak muda, ya jalanin aja. Toh, orangtua juga nggak bakalan tahu.”
“Tapi orangtua gue beda Al.” balas Gerald. “Orangtua gue selalu mantauin HP gue, jadi ya mana bisa gue pacaran.”
“Ya tinggal pacaran aja di sekolah, nggak usah kontekan.” ucap Elina.
“Lah, nggak seru dong.” balas Gerald. “Nanti ceweknya bosen, terus gue diputusin, nggak mau gue. Mending jomblo aja.”
“Emang ada gitu cewek yang bakal bosen sama lo? Menurut gue sih nggak, lo kan ganteng.” ucap Alexa.
“Iya, yang ada cewek tuh betah kalau sama lo.” ucap Elina.
Gerald tercengir. “Bisa aja lo berdua.”
“Ger, lo juara kelas terus ya waktu SMP?” tanya Liora.
“Nggak juga sih.”
“Nggak apaan?” ucap Rival. “Iya Ra, si Gerald ini juara kelas terus. Dari awal masuk kelas 7 sampe lulus kelas 9 dia peringkat pertama terus.”
“Pantesan, lo nggak dibolehin pacaran. Itu karena orangtua lo nggak mau prestasi lo keganggu karena mikirin cinta-cintaan.”
“Lo juga juara kelas terus, tapi lo pernah pacaran.” ucap Elina kepada Liora. “Berarti orangtua lo nggak ngelarang lo?”
“Ngelarang sih, cuman gue nggak munafik. Gue mau nikmatin masa muda gue, toh, orangtua gue juga nggak bakalan tahu.”
“Nah Ger, denger tuh si Liora.” ucap Rival. “Masa muda itu cuma sekali, apalagi waktu SMA kayak gini, masa-masa yang paling indah. Nikmatin ajalah.”
“Gue juga pengen sih kayak gitu. Cuman, belum ada cewek yang gue suka. Terus, orangtua gue juga masih ketat sama gue, HP gue dicek terus tiap hari.”
“Kalau mau dicek orangtua lo, tinggal dihapusin aja sih chattingan sama pacar lo, ribet amat.” ucap Alexa.
“Nggak segampang itu Alexa. Ah! Lo mah nggak ngerti. Lagian kok kita malah ngerumpiin hal yang nggak jelas sih? Ngomongin hal yang lain napa?”
“Dih! Kalem bro.” ucap Elina. “Lagian aneh, lo ganteng-ganteng jomblo.”
“Hahaha.” Alexa, Tevi, dan Rival tertawa setelah mendengar ucapan Elina barusan.
“Eh, ini warung seblaknya masih jauh?” tanya Liora. “Kok kita nggak nyampe-nyampe?”
“Disebut jauh nggak, disebut deket, tapi jauh.” jawab Rival.
“Dih! Maksudnya?”
“Bukan gitu jelasinnya dodol.” ucap Tevi. “Warung seblak Bu Ayun itu, agak sedikit jauh dari SMP kita, ya sekitar 100 meteran lah. Kalau naik motor cepet, kalau jalan kaki, ya agak lama gini.”
“Oh, pantesan nggak nyampe-nyampe.”
“Yaudah, lanjut gibah yuk biar rame!” ucap Elina.
“Dih! Ratu Gibah.” ucap Tevi.
“Haha.” cengir Elina.
“Oh iya, tadi kita ngelihat kalian masuk kelas berdua. Kalian lagi PDKT ya?” tanya Alexa kepada Gerald dan Liora.
“Ih apaan sih Al, kok bahas itu lagi? Kan udah gue jawab nggak.” balas Liora.
“Nggak kok, tadi gue kebetulan datang telat sama Liora. Yaudah kita kenalan, terus tahu kelas kita bareng, makanya ke kelas bareng.” ucap Gerald.
“Kenapa nggak pacaran aja sih? Cocok loh kalian berdua.” ucap Rival.
“Iya Ger, Liora nganggur tuh, sikat sana!” ucap Elina.
“Duh, gue nggak denger kalian ngomong apa?” balas Gerald.
“Liora lo kok diem? Lo suka ya sama Gerald? Makanya lo diem hahaha.” cengir Tevi.
“Ya terus gue harus salto gitu? Jungkir balik?”
Alexa tercengir mendengar jawaban Liora. “Nggak gitu juga cantik.”
“Ah! Bilang aja kalau lo demen sama Gerald!” ucap Rival. “Kalau lo nggak suka sama Gerald, lo pasti bakal nentang omongan kita. Tapi lo malah diem aja. Kalau gitu, pasti lo suka sama Gerald.”
“Iyain aja Ra, biar cepet.” ucap Gerald.
“Iya-iya.” ucap Liora.
“Ciee kompakan ekhemz.” ucap Tevi dan Rival secara bersamaan, sembari tersenyum.
“Guys apaan sih kayak bocah lo berdua.” ucap Gerald.
“Haha.” Alexa dan Elina tertawa melihat tingkahnya Tevi dan Rival.
“Oh iya, Gerald sama Liora kan pernah sama-sama juara kelas terus nih. Coba kita lihat nanti, siapa yang bakal jadi juara di kelas kita?” ucap Elina.
“Jelas guelah, gue yang bakal jadi juara kelas nanti. Karena di masa SMA ini, gue bakalan belajar sungguh-sungguh biar bisa dapetin nilai yang bagus. Supaya gue bisa lolos fakultas kedokteran lewat jalur SNMPTN.” ucap Tevi.
“Juara kelas kepala lo gundul!” ucap Rival. “Rumus mean, modus, sama median aja lo nggak tahu.”
“Hahahahaha!” Alexa dan Elina kembali tertawa melihat tingkah Rival dan Tevi.
Mereka berenam terlihat sangat akrab sekali, seperti sudah lama mengenal satu sama lain. Di hari pertama masuk SMA, mereka sudah langsung menjalin hubungan pertemanan baru yang sangat akrab dan menyenangkan.