Pinggul Seksi

1555 Kata

Merasakan kepalanya berdenyut, tangan Aldi mulai memijat-mijat pelipis setelah menghempaskan diri di atas kursi putar bersandaran tinggi. Tangan satunya meraih gagang telepon dan menekan tombol kontak pada pesawat telepon yang menyimpan memori data kontak tersebut. Kedua sikunya bertumpu pada pinggiran meja sambil menunduk, ia menunggu panggilan teleponnya tersambung. "Ya, Al ... ada apa telepon malam begini? Kamu sudah sampai rumah kan?" Suara Nessa terdengar malas di ujung telepon. "Kak, barusan ditelepon orang mengaku bernama Hani, katanya yang ngerawat Kirei, ngabarin kalau ada komplikasi pada lukanya," desah Aldi lemas. "Apa, Dik? Gara-gara kamu gak gubris telepon sama pesannya kah?" "Kemungkinan itu, aku harus segera merespons kan? Karena kalau gak, sasaran berikutnya adalah P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN