Tidak ada yang bisa dilakukan Aldi selain mengelus dadanya sendiri melihat kelakuan Puput yang serampangan serta seenak udelnya sendiri, meskipun karena hal itulah di matanya Puput sangat menggemaskan. Ia mengikuti langkah Puput yang sedang berjalan kembali ke kamarnya sampai di pintu kamar, Puput berbalik menghardiknya, "Bapak ngapain ikutin aku? Gak ada kerjaan emang ya?!" Aldi terkejut tapi tak lama ia pun mesam-mesem. "Ini rumahku, yang akan kujadikan mahar pernikahan untuk istriku," ujar Aldi tak acuh sambil masuk ke dalam kamar, melewati Puput yang menghalanginya di ambang pintu. "Apa? Mahar? Buat Kirei yaa," goda Puput dengan hati yang terasa bagai tertusuk duri. "Buat seseorang yang bersedia kuajak nikah di bulan ini juga," sahut Aldi kalem sambil menghempaskan dirinya di at

