Angin berhembus perlahan menerpa tubuh Dhira yang sudah nampak lelah itu. Hari senin memang selalu melelahkan baginya. Ada banyak hal yang harus dikerjakan. Tapi tak ada yang harus dikeluhkan. Semuanya dikerjakan dengan senyuman. Perlahan dia melajukan motornya untuk kembali pulang ke rumahnya. Suasana sore itu tak terlalu terik. Mungkin karena mendung, jadi cuacanya teduh. Dia tak mampir kemana-mana. Di pikirannya hanya ingin cepat sampai di rumah dan merebahkan tubuhnya itu. Dhira baru saja masuk ke gang rumahnya. Tapi ada yang aneh disana. Dia melihat banyak orang berkerumun di depan rumah tetangganya. Bahkan dia juga melihat bapak ibunya ikut serta disana. Dia pun berhenti dan ikut melihat apa yang terjadi. “Bu, ini bu Maya kenapa?” tanya Dhira yang sudah berhasil masuk ke dalam

