Done

992 Kata
Penanganan terhadap kasus bu Ratna membutuhkan waktu berhari-hari. Mereka harus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa setelah lepas dari sang suami, semua biaya hidup bu ratna ada yang menanggung. Paling tidak mereka memiliki tempat untuk tinggal dengan kedua orangtuanya. Setelah mereka diskusikan bersama, akhirnya titik terangpun mulai terlihat. Kepala dinas sudah berkoordinasi dengan dinas sosial, mereka akan membantu menguruskan bantuan untuk mereka. Termasuk bantuan tempat tinggal. Sembari menungg bantuan itu bisa dicairkan, memang butuh waktu yang cukup lama. Bu ratna akan tinggal di tempat teman Dian. Perempuan itu menceritakan kasus ini kepada salah satu temannya, tujuannya memang untuk meminta solusi juga. Dan ternyata solusi yang diberikan benar-benar luar biasa. Dia akan menanggung biaya hidup mereka sementara sembari menunggu bantuan dari pemerintahan itu bisa dicairkan. Dia juga memperbolehkan bu ratna dan keluarga tinggal dan bekerja dirumahnya. Karena memang mereka ini sudah lama tidak memiliki ART jadi kali ini mereka mencoba menggunakan lagi. Lagipula pekerjaan mereka semakin banyak dan mereka tak sempat mengurus rumah. Dian bersyukur semua masalah itu bisa selesai dengan segera. Dia dan Dira bekerjasama untuk menguruskan surat cerainya. Sebelum itu, Dian juga membekali bu Ratna dengan kamera kecil juga recorder yang tujuannya memang untuk merekam kejahatan yang dilakukan suaminya untuk memperkuat bukti bahwa bu Ratna mengalami KDRT dan tentunya hak asuh anak jatuh ditangan beliau sepenuhnya. Sidang dilakukan segera, semua dokumen dan bukti-bukti sudah ditangan. Dian dan pihak dinas awalnya ingin membuat laporan ke kepolisian untuk memenjarakan suami bu ratna yang telah melakukan kekerasan terhadapnya itu, tetapi sambil memohon bu Ratna meminta agar beliau tidak dipenjarakan. Dia sudah memaafkannya. Bagi bu Ratna sekarang adalah bisa berpisah dengan suaminya itu dan hidup dengan layak bersama anak-anaknya. Dian tentu saja penasaran kenapa bu Ratna tidak mau melaporkan kejadian itu. Ternyata alasannya membuat Dian terharu, bu Ratna tidak ingin anaknya memiliki ayah seorang narapidana. Bagaimanapun, dia adalah bapak dari anak-anaknya. Hubungan darah mereka tidak akan terputus. Kedepannya nanti, jika anak-anaknya menanyakan mengenai bapaknya tentu saja, bu ratna akan memberitahu dan mempertemukan mereka bila memungkinkan. Dia tidak ingin anaknya malu ketika menceritakan pada teman-temannya nanti bahwa bapaknya seorang narapidana. Tentu saja dia akan selalu menjaga nama baik anaknya itu. Itulah kasih seorang ibu, dia tak akan membiarkan anaknya sedikitpun terluka atau tersakiti. Begitu bijaksananya beliau sampai memikirkan sejauh itu. Dian pun menyetujuinya. Jadi dia hanya membuat laporan ke kejaksaan saja untuk mendaftarkan perceraian keduanya dan juga mengurus untuk hak asuh anak. Mereka tinggal menunggu undangan untuk sidang saja. Bu ratna dan kedua anaknya dibawa pindah ke rumah temannya. Bu ratna bekerja disana sebagai ART untuk menghidupi kedua anaknya itu. Untung saja, atasannya itu baik padanya. Dia membiarkan beliau bekerja sambil merawat kedua anaknya. Lalu gimana dengan suami bu ratna? Ketika mereka mendatangi rumah mereka untuk menjemput bu ratna, sang suami begitu marah. Dia bahkan sempat mencengkram erat bu ratna tapi untung saja tim Dian bisa menarik paksa mereka dan membuat suaminya bungkam. dia tak terima tentunya. Dia begitu murka. Tapi karena disana ada polisi, jadi dia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Bahkan ketika mereka membawa bu ratna, lelaki itu berteriak dengan penuh amarah, “Awas kau yaa. Tak akan kubiarkan hidupmu tenang!” saat itu tangis bu ratna pecah. Dia awalnya takut untuk melangkah lebih jauh, tapi setelah Dian menenangkan dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja, akhirnya bu ratna pun meyakinkan dirinya untuk kembali melangkah menjauh dari rumah itu. Setelah pengajuan dokumen perceraian itu, pihak pengadilan agama akan memanggil kedua pihak untuk melakukan mediaasi terlebih dahulu. Tapi karena suami bu Ratna tidak datang dalam mediasi, maka dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu pemeriksaan pokok perkara atau dikenal dengan persidangan. Dalam persidangan ini akan dilakkan pemeriksaan gugatan, jawaban dan replik-duplik, pembuktian. Setelah segalanya itu terbukti maka hakim akan membacakan putusan sidang. Sidang dilaksanakan seminggu setelahnya. Pihak bu ratna mendatangi pengadilan negeri. Bu ratna pun memenangkan sidang tersebut dan hak asuh anak ada pada dirinya. Bukti-bukti yang ada sangat membantu mereka dalam memenangkan sidang tersebut. Bu ratna merasa lega. Dia begitu bahagia bisa lepas dari jerat yang selama ini membuat dirinya sesak dan tersiksa. Kini dia bisa bernapas lega bersama kedua putranya. Dia akan memulai hidup baru yang lebih baik lagi. Entah harus dengan cara apalagi bu ratna berterimakasih kepada dian dan pihak-pihak yang telah membantunya itu. Dia tidak akan pernah melupakan kebaikan mereka. Dia tak akan pernah lupa kepada semua yang sudah turut andil menangani kasusnya itu. “Akhirnya yaa mbak, kelar juga.” Ujar Dira yang dijawab anggukan oleh Dian. “iya Ra, Alhamdulillah semua dipermudah. Aku senang bu Ratna dan anak-anaknya sekarang bisa hidup tenang tanpa adanya rasa takut lagi. Tanpa adanya siksaan dan bentakan. Entah seberapa hancurnya mental bu ratna saat ini. Aku harap, seiring berjalannya waktu, dia akan sembuh.” Ujar Dian penuh harap. Dira mengangguk setuju dengan hal itu. “Mbak, kita kan libur 3 hari nih, kita jalan-jalan yuk. Ke semarang gitu atau ke solo juga bagus.” Ujar Dira memberikan idenya. “mau ngapain sih Ra? Jauh amat.” Dian agak malas jika harus bepergian jauh. Dia malas packing dan harus menghabiskan waktunya di jalan. Dian ini tipe orang yang tidak mau ribet. Dia bukan orang yang suka jalan-jalan kesana kemari. Bahkan dia lebih memilih untuk menghabiskan waktu liburnya untuk diam di rumah dan menikmati waktunya seorang diri. Baginya liburan cukup digunakan untuk tidur dan menonton film saja. Cukup hanya dia dan dirinya sendiri. “ayolah mbak. Sekali ini saja. Aku jamin mbak Dian ketagihan. Kalaupun nantinya mbak Dian gak suka dengan perjalanannya, aku tidak akan mengajak lagi lain kali. Gimana?” bujuknya membuat Dian berpikir sejenak. “okedeh boleh. But make sure you make good itenerary for this trip yaa.” Mendengar jawaban itupun Dira bersorak gembira. Dia spontan saja memeluk mbak Dian. “pasti mbak. I will make sure it will be unforgetable memories for you.” Dian pun hanya mengangguk dan mempercayai apa yang Dira katakan. Dia juga paham kalau Dira adalah seorang traveller jadi tak akan salah dia melimpahkan tugas itu padanya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN