Bab 86. Pajak Jadian

1187 Kata

Saat Erika dan Alvaro tiba di depan hotel, di saat itu pula mereka melihat Rey yang sudah terlebih dulu tiba di sana. Kakak Erika itu sedang berlutut di hadapan Sasa, mempersembahkan bunga dengan tatapan serius, seolah dunia berhenti berputar di sekitar mereka. Romantisnya momen itu melampaui nalar, seolah langit pun ikut menahan napas. Rey menatap dengan sorot mata yang membara, wajahnya penuh tekad yang tak terbantahkan. Sedangkan Sasa tampak tercengang, matanya membelalak, kedua tangan sontak menutup mulutnya, sebagai benteng terakhir menghadang kejutannya yang mendalam. "Mas Rey ... ini serius? Kamu nggak lagi bercanda, 'kan?" tanyanya dengan suara gemetar, seolah takut jika semuanya hanyalah mimpi yang sulit dipercaya. Rey menatap dalam, suaranya rendah dan bergetar oleh keyakinan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN