Erika membaca pesan dari Sasa dengan tangan gemetar, matanya melebar penuh ketidakpercayaan. Setiap kata yang terukir di layar seperti pisau tajam yang menusuk dalam hatinya. Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di pikirannya, rasanya hampa. "Erika, aku minta maaf. Mungkin, aku sudah nggak bisa lagi jadi asisten kamu. Bahkan mungkin, hubunganku dan Mas Rey juga harus berakhir. Ini semua demi orang tuaku. Tapi, aku nggak bisa menjelaskannya panjang lebar sekarang. Kalau kamu memang mau tahu alasannya, kamu bisa tanya langsung sama Mas Rey. Maaf kalau aku sudah mengecewakan kalian. Kamu, Mas Rey, Mas Alvaro, Tante Tamara dan Om Adi, semuanya adalah orang baik. Aku beruntung pernah mengenal kalian. Tapi, aku juga nggak bisa jadi anak durhaka." Tubuh Erika menggigil seketika, seolah petir me

