Bab 109. Penculikan

1218 Kata

Erika mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha menyesuaikan penglihatan saat ia baru saja tersentak sadar. Ketika matanya terbuka lebar, dadanya tercekat, menyadari ia berada di dalam ruang sempit yang mencekam. Tubuhnya duduk di kursi dalam keadaan terikat, tangan dan kakinya terbelenggu, tak bisa bergerak bebas. Tak hanya sendirian, di sampingnya, sosok Sasa masih terpejam dengan kondisi yang sama sepertinya. "Sasa ... bangun, Sa!" Suara Erika bergetar, antara bisikan dan kepanikan. Mata Sasa perlahan terbuka, tubuhnya menggeliat, kemudian menatap sekeliling dengan mata penuh ketakutan yang sama. "Er, kenapa kita ada di sini? Kita diculik? Siapa yang melakukan ini?" Suaranya tercekat, nyaris terpecah oleh rasa takut yang mencekam saat mengingat kejadian terakhir kali sebelum mereka akhi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN