Bab 36. Aku malu pada diriku sendiri

1312 Kata

Pulang dari kantor, aku bergegas menuju ke rumah ibu. Mata ibu tampak sembab dengan penampilan yang berantakan. Ibu langsung memelukku. Ibu terlihat sangat terguncang, penampilannya berantakan. Bahkan rumah pun terlihat kotor dan berdebu. "Kenapa sih, Bu? Kenapa ikut-ikutan investasi yang gak jelas itu?" tanyaku. Ibu justru menangis. Ibu pasti sangat shock kehilangan uang 250 juta dari hasil gadai rumah. Dan keberadaan rumah ini menjadi taruhannya. Terancam disita. Arggh, kenapa masalah semakin hari semakin rumit saja. Aku menghela nafas dalam-dalam. "Rizki, pokoknya kamu harus bantu ibu. Kamu harus bayarin setoran ke bank'nya, Ki," sergah ibu, dengan kekhawatiran yang begitu besar. "Berapa setorannya, Bu?" tanyaku lagi. "Sembilan jutaan lebih, Ki. Ibu ambil jangka waktu 2,5 tahun, bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN