"Denger ya Key, om bisa pergi beneran kalau kamu kayak gitu terus. Males-malesan dan gak bisa ngurus suami dengan baik! Ngertii??" ucapku penuh penekanan. Keysha terdiam, mencerna semua perkataanku. Aku bergegas mandi dan ganti pakaian, lalu berangkat ke kantor. "Ingat, pekerjaanmu di rumah sebagai istri. Masak dan yang lainnya, tapi tetap perhatikan kesehatanmu, kalau capek istirahat. Kau mau kan om tetap betah di rumah?" Keysha mengangguk. "Kalau kamu bingung mau masak apa, kamu tinggal browsing di internet, banyak aneka resep masakan yang tersedia disana," ujarku lagi. "Iya, om." "Dan satu hal lagi, untuk bulan ini dan beberapa bulan ke depan kita harus hemat, apalagi nanti menjelang kamu melahirkan, pasti akan banyak biaya." Keysha mengangguk lagi walaupun dia cemberut. "Ya sud

