Bab 22. Kesal

1306 Kata

"Gak nyangka ya mas, lepas dari Mas Rizki, Mbak Nadia justru makin sukses," ujar Mbak Sarni kemudian ngeloyor pergi. Aku tercengang mendengar ucapan itu. Aku menepuk-nepuk pipiku sendiri. Ini tidak mungkin kan? "Lho, Mas Rizki ada disini?" Aku terhenyak mendengar sapaan itu. "Masuk aja, itu Nadia sama Mas Hasbi ada di dalam," lanjutnya lagi. Ia melengos pergi, namun segera kucegah. "Tunggu, Mir. Ada yang ingin aku tanyakan," cegahku. Aku benar-benar penasaran dibuatnya. "Iya, ada apa?" jawab Mirna. "Apa benar Nadia beli ruko ini?" tanyaku lagi. "Iya bener, kenapa?" "Tapii, dia dapat uang dari mana?" "Ih kepo ya Mas Rizki ..., Tanyain aja langsung sama orangnya. Ya siapa tahu kan dia dapat uang dari calon suaminya itu?!" jawabnya penuh penekanan. Mirna sengaja ya ingin memanas-man

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN