POV Nadia Minggu pagi, masih seperti biasanya, aku berkutat dalam pekerjaan dapur. Aku belum bisa bersantai ria seperti pekerja kantoran yang tiap minggu ada hari liburnya. Sedangkan aku, .asih harus berjuang gigih untuk memajukan usaha kulinerku. Sedikit demi sedikit, usaha ini sudah dikenal orang, karyawanku bertambah satu orang, jadi totalnya udah empat orang. Tiinn ... Tiinn ... Suara klakson mobil yang sengaja dibunyikan. Aku tersenyum melihat kedatangannya. Siapa lagi kalau bukan Mas Hasbi. Setiap minggu pasti dia akan datang untuk membantuku. Entah itu ikut membersihkan toko maupun menyiram tanaman. "Dek, bisakah kita bicara sebentar," ucapnya dengan nada serius. Dia menatapku lekat-lekat, seperti ada yang ingin diucapkannya tapi ragu-ragu. "Iya mas, ada apa? Katakan saja," jaw

