"Kamu jangan terlalu baik sama aku, mas. Ini salah. Uang lima ratus juta bagiku itu sangat besar mas, aku tidak ingin berhutang budi padamu." "Terus?" tanya Mas Hasbi. "Aku mau minta bantuanmu mas, tolong jualkan rumah ini, hasil penjualannya untuk mencicil hutangku padamu." "Hutang?" Lelaki itu mengerutkan kening. "Mas, bantuanmu itu aku anggap sebagai hutang, aku tidak mau menerimanya lagi secara cuma-cuma. Kamu sudah memberiku mobil, padahal perasaanku sudah tak enak untuk itu. Aku merasa berhutang padamu. Tolonglah jangan membuatku tak nyaman seperti ini," jelasku lagi. Mas Hasbi justru tersenyum mendengarnya. "Baiklah, untuk rumah kau boleh mencicilnya. Untuk mobil, biarkan saja. Itu pemberianku padamu," jawab Mas Hasbi yang membuatku merasa lega. "Iya mas, aku minta tolong ya m

