Pov Hasbi "Nadia, bagaimana kalau kita mulai kembali hubungan kita dulu? Aku akan menikahimu, apa kamu bersedia?" tanyaku. Nadia termenung, cukup lama. Tak ada sahutan apapun darinya. Kuperhatikan wajahnya yang terlihat kuyu. Seperti tak punya semangat, atau karena dia kelelahan, entahlah. Mungkin dia terlalu larut dalam kesedihan dengan masalahnya akhir-akhir ini. Sungguh, dalam hatiku, ingin sekali membahagiakannya atau setidaknya bisa menghapus luka di hatinya. Aku lebih senang melihatnya tersenyum, ia terlihat lebih cantik. Sudah tujuh tahun hubunganku kandas, namun sampai saat ini aku masih sangat mencintainya. Aku sudah berusaha untuk melupakan, tapi semuanya begitu sulit. Sangat sulit. Bayangannya selalu hadir menari-nari dalam pikiranku. "Maaf mas, sepertinya aku belum bisa m

