Aluna memelangkahkan kaki mulusnya menuju kamarnya. Dengan malas Aluna membaringkan alas di atas ranjang. Lagi-lagi Aluna mendesah pelan entah untuk beberapa saat dalam sehari, saat mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu, bagaimana saat tangan pemuda itu merangkul mesra nilai ramping kekasihnya. Pemuda yang benar-benar ia cintai selama ini, pemuda yang benar-benar ia harus hadirnya, dan pemuda yang sama sekali tidak pernah mengerti tentang perasaannya. Hanya sebuah harapan, dan ingin memiliki kisah cinta seperti cuplikan film kita yang indah. 'Aku' hanya ingin menjadi pemeran utama dalam dunia nyatamu, bukan dunia khayalan seperti film kita, dan 'Dia' pemeran tambahan yang hanya datang sepintas dalam hidupmu. Terkadang aku tertawa melihat 'kamu' dan 'dia' bersama. Aku berfikir, kapan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


