CHAPTER 51 "c***l!" kata Indira, melapisi diri dengan baju handuknya dan duduk di tepi kasur. Brendon tertawa. "Tapi suka 'kan?" Indira diam, antara menyetujui dan kesal tentu saja. Ia berdiri dari duduknya dan memakai pakaian terbaiknya. Kemudian, mau tak mau mengurus suaminya yang sudah lebih dulu berpakaian tetapi masih kelihatan rusuh di matanya. Diperbannya tangan Brendon, dirapikannya rambutnya, dan sebagainya. Layaknya seorang ibu dan anak. "When the world gets too heavy, put it on my back, I'll be your levy." Brendon bersenandung, suaranya lumayan merdu untuk sekadar menggumamkan sebuah musik di kepalanya. "Ambilin jaketku dong!" Ah, padahal Indira ingin mendengar lanjutan nyanyia

