CHAPTER 49 Brendon datang ke dapur, layaknya kebiasaan ia datang dengan keadaan rambut masih basah dan berantakan. Indira siap menegur setelah meletakkan sarapan, tetapi melihat suaminya malah semakin menggoda membuatnya menunduk dan langsung saja duduk di tempatnya Brendon menyusul duduk, pria itu tersenyum unjuk gigi melihat sarapan dan disuguhkan sang istri. "Hm, baunya udah enak banget!" puji Brendon, mengambil sendok dan mulai menyantap sarapan yang berupa kentang panggang keju dan omelet itu. Brendon menyantapnya, spontan mendesah keenakan, Indira sedikit mengernyit jijik mendengarnya. "Oh ya, btw, di kuliahku yang baru ini ... matkulnya sama, kan, sama yang dulu?" Indira sekilas memandang Brendon yang bicara. "Soal

