CHAPTER 55 Sirene hanya tersenyum simpul, bahkan sisa gigitan Brendon di tangannya tak ia indahkan. Indira dan David menatap mereka bergantian. "Salah kamu juga, pake acara nyuapin." Brendon mengambil bolu sendiri dan menyantapnya. Sekilas ia menemukan ekspresi istrinya. Inikah yang dinamakan 1:1? Brendon menghela napas, jangan … jangan …. "Eh, jam berapa, nih?" Brendon menatap jam dinding. "Nah, time to come home. Indira, ikut!" "Eh, ta-tapi, izin aja sama Om Frans pasti—" Brendon memutus ungkapan Sirene. "Shut your pretty mouth, I don't give a f*ck. This is my freakin' job you can not handle!" Semuanya berdiri dari duduknya, Brendon langsung memegang tangan Indira denga

