CHAPTER 57 "Dira, kamu gak pa—" "Mas!" Indira langsung menghampiri Brendon tanpa menghiraukan pertanyaan David yang terputus, gadis itu menangis sambil menarik badan suaminya yang penuh darah. "Mas!" "Mas?" "Makhluk b******n gblk …." Brendon menggumam dengan mata tertutup, kepalanya pening karena hantaman tadi. Ia meringis. "Dira, kenapa?" "Dia suami aku!" Indira menatap David dengan tatapan tajam. "Suami?" David menatap tak percaya. "Serius? Gak, gak mungkin, dia gak keliatan tipe Om Frans. Dan lagi, kamu muda banget, Indira!" Brendon mengangkat tangannya, memperlihatkan jari manisnya. Kemudian mengepalkan jari lain hingga menyisakan jari tengah.

