"Om gimana? Bagus nggak?" tanya Senna, berputar di depan suaminya. Dua bulan sudah berlalu sejak hari pernikahan Senna dan Devan. Waktu berjalan cepat, nyaris tanpa terasa. Sehari-hari mereka tinggal di apartemen Devan—yang kini sudah menjadi rumah mereka berdua. Di tengah kesibukan sebagai seorang istri, Senna masih harus menyelesaikan kewajibannya sebagai mahasiswa tingkat akhir. Hari ini adalah hari wisudanya. Hari yang ditunggu sejak lama. Sejak pagi Senna sibuk di apartemen. Ia duduk di depan meja rias, wajahnya dipoles cantik dengan make-up natural. Rambut panjangnya ditata rapi, disanggul kekinian, tubuhnya terbalut kebaya modern berwarna pastel yang dipadukan dengan kain batik. Devan yang sejak tadi menunggu di ruang tamu sampai kehabisan kata-kata. Saat Senna keluar dari kamar,

