34. Menuju Pernikahan

1512 Kata

Siang ini begitu cerah, Senna duduk di ruang kelas dengan pandangan kosong. Di depannya terbentang catatan yang tak ia sentuh sejak awal dosen mulai menjelaskan. Pena di tangannya hanya menjadi benda mati, tak satu kata pun ia tulis hari itu. "Sen, ke kantin yuk?" ajak salah satu temannya. "Iya duluan aja," jawab Senna. Wajah Senna terlihat pucat, bahkan sejak pagi tadi. Ia hampir tak bicara sepatah kata pun sejak Galen menjemputnya untuk berangkat kuliah. Bahkan tidak ada pembicaraan tentang malam kemarin. Namun pagi tadi suasana antara mereka hanya dipenuhi dengan keheningan yang menggantung. "By, ke kantin yuk?" Ajak Galen yang kini sudah berada di hadapan Senna. Galen menggandeng tangan Senna. "Ayo, makan dulu yuk," ajaknya lagi, lembut. Senna hanya mengangguk pelan, tak menguca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN