33. Ini Hanya Sakit Sesaat

1276 Kata

"Kamu masih di sana By?" Galen bertanya, cemas. "Hmm," jawab Senna singkat. "Stay di sana ya, aku usahain secepat mungkin." "Iya, thanks Len." Senna menjawab lemas. Galen mengendarai mobilnya dengan cepat, menyusuri jalan-jalan sempit yang bahkan belum pernah ia lewati sebelumnya, asing. Hujan tak juga reda, wiper kaca depannya bergerak cepat. Galen harus tetap fokus pada kemudi sementara ia juga berusaha menenangkan Senna dari balik telepon. "Aku udah deket, sabar ya By." Galen coba menenangkan padahal dia sendiri tak tenang dan sangat cemas. "Iya," jawab dari bibir Senna. Suaranya terdengar serak. Galen menatap lokasi yang dikirim Senna terus dia tatap di layar ponsel yang terpasang di dashboard. Jarak tinggal beberapa ratus meter. Hatinya tak tenang. Apalagi ketika ia dengar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN