TITISAN IBLIS

1404 Kata

“Ibu … Ibu …” panggil Agni dengan deraian air mata. Ia tidak menyangka kalau Mbok Ginem yang di maksud oleh warga sekitar adalah Ibunya sendiri yang selama ini telah pergi meninggalkannya dengan sang ayah. “Agni … kamu masih mengingat ibumu ini?” tanya Mbok Ginem dengan begitu lembut. “Tentu saja aku masih mengenal Ibu. Ibu adalah orang yang paling special dalam hidupku. Ibu … aku rindu sekali dengan Ibu. Aku rindu Ibu, aku rindu sekali,” isak Agni sambil ia berjalan mendekati ibunya. “Maaf kan ibu ya nak, maaf kan ibu. Ibu tidak bermaksud untuk meninggalkanmu seperti ini. tapi ada satu hal yang mengharuskan ibu harus pergi meninggalkan kamu.” “Ibu … kalau gitu ibu ikut aku pulang ya Bu, aku sekarang sudah mempunyai suami dan anak laki-laki yang sangat tampan Bu. ibu harus ikut dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN