“Birendra!” teriak Candra dan para penduduk desa ketika mereka melihat Birendra dan teman-temannya keluarnya dari hutan terlarang dengan pakaian yang compang camping dan tubuh yang terlihat begitu kurus. Mereka terlihat seperti tidak makan selama dua minggu. “Bapak …” panggil Birendra dengan nada suara yang terdengar begitu lirih. Ia merasa sangat senang bisa keluar dari hutan terlarang dan yang paling penting ia bisa bertemu dengan keluarganya lagi. keluarga yang selama di hutan terlarang selalu ia rindukan. “Gimana kabarmu Nak? Kamu gak apa-apa kan Nak? Kamu gak terluka sama sekali kan Nak? Kamu sehat kan Nak?” tanya Candra sambil ia melihat-lihat sekujur tubuh Birendra yang terlihat begitu lusuh dan kurus. “Bapak, aku gak apa-apa Pak. Aku sehat, dan Ibu juga sama aku llho Pak. Kami s

