Aku menatap diriku di cermin. Aku menoleh ke arah kasur ku dan terdapat paspor dan visa di situ. Aku sudah memutuskan untuk menyusul Athala. Aku juga sudah menghubungi nya. Dan katanya dia sangat menunggu kedatangan ku. Aku sudah memutuskan untuk tidak kembali mengunjungi Sean. Sekarang Athala adalah tujuan utama ku. Aku berjalan menuju kasur ku dan mengambil paspor dan visa ku. Setelah itu aku memegang koper ku. Aku berjalan dan hendak keluar dari kamar. Tetapi belum sempat aku keluar, dering telepon dari handphone ku berbunyi. Aku pun menghentikan langkahku dan langsung mengambil handphone. Tertera nama Tama di situ. Dengan sigap aku langsung mengangkatnya. Dia juga harus tau jika aku akan pergi menyusul Athala. "Halo Tam." "Al.. Lo dimana sekarang? Bisa ke sini gak?" "Maaf.. ka

