"Stadium empat, Al." Mendengar perkataan Tama, sekali lagi duniaku terasa runtuh. Bagaimana bisa aku tidak tau akan semua itu. Sean yang ku kenal kuat dan ceria itu tidak mungkin mengalami hal ini. "Sejak kapan?" "Ketika SMA." "Lo.. serius?" "Ketika itu gue kecewa berat sama lo, Al. Gue kira dengan Sean pacaran dengan lo, dia akan bahagia. Tapi malah sebaliknya. Lo tau kenapa Kevin sangat kesal sama lo waktu itu? Karena dia takut Sean akan terpuruk lagi. Gue enggak mencoba untuk membuat lo merasa bersalah Al. Tapi gue rasa Lo memang harus tau. Dia selama ini bertahan itu demi lo. Fira bilang Lo sibuk dan enggak bisa untuk di temui. Sean selalu nunggu kedatangan Lo." "Fira? Dia sama sekali enggak bicara apapun sama gue. Gue enggak tau sama sekali tentang keadaan Sean. Gue berani

