“Kamu yang harusnya malu. Nanti orang pikir kamu itu playboy. Senangnya tebar pesona.” Apa yang kubilang! Dasar bule! “Betul itu!” giliran Diandra menimpali, “Kakak sudah tua. Tiga puluh empat. Cari pacar yang benar, Kak. Mau sampai kapan tebar pesona?” Aku berdecak. Dua orang ini benar-benar membuatku sebal. “Sampai orang ganteng habis, baru aku nikah.” Dengusku yang membuat Galih juga Diandra menghela nafas bersamaan, “lagian kalian nggak tahu, kan, kalau aku ini lagi dalam tahap pedekate?” ups! Ini mulut tidak bisa dikontrol. Sialan! Sialan! Wajah Diandra seketika cerah. Membuatku jadi salah tingkah. Ah! “Sama siapa Kak?” Aku hanya diam. Sial! jangan sampai Galih tahu. “Selina, ya?” Pertanyaan Galih itu membuatku menatapnya. Selina? Bagaimana bisa aku pendekatan dengan Se

