Kepalaku berdentam-dentam menyakitkan. Kuedarkan mataku ke sekeliling ruangan yang kutempati. Aku sadar ini bukan di kamarku. Mana mungkin kamarku berwarna merah muda. Kamarku memiliki cat tembok cokelat. Lalu aku ada di mana? Apakah aku diculik? Geragapan, aku duduk di tempat tidur. Namun, aku kembali mengerang karena kepalaku masih berdentam-dentam sakit. Mengernyit, aku kembali merebahkan tubuhku di tempat tidur yang juga berwarna merah muda. Kenapa aku terdampar di kamar ini? jendela yang ditutupi tirai pink s**u memancarkan sinarnya yang redup. Sepertinya hari sudah beranjak pagi atau bahkan siang. Aku mencoba bangkit. Kutekan kepalaku yang masih berdentam dengan kedua tanganku. Mataku menatap selembar kertas berwarna merah muda tergeletak di samping segelas air putih dan obat per

