Aku menggeram marah menatap perempuan yang berdiri di hadapanku. Berani-beraninya dia melempariku dengan kaleng! Dia pikir aku ini anak seusianya? Dia pikir aku tidak bisa menyeretnya ditengah-tengah keramaian hingga sampai di ruanganku. “Kamu tau siapa saya?” tanyaku menatapnya kesal. Jasku masih tersampir di badannya. Seluruh tubuhnya basah kuyup. Kulihat dia menggigil namun, sepertinya dia tahan. “Manusia,” ucapnya menantangku, “Bapak itu manusia. Saya tahu itu.” “Kamu anak kurang ajar!” kataku setengah menghardiknya. Anak ini sangat tidak sopan kepadaku. Tadi, seharusnya aku membantu siswi rambut pendek itu untuk mencabut seluruh akar rambut anak ini. Bisa-bisanya dia menantangku. Biasanya hampir semua wanita yang kutatap langsung luluh. Ini sebaliknya. Dia menatapku seakan aku i

