Dalam sebuah rumah mewah kali ini memiliki aura yang sangat suram. Para penghuni di dalamnya sedang berselisih hingga mereka melakukan perang dingin dan ini sangat berdampak pada para asisten yang bekerja di sana. “Kenapa hari itu kau malah datang ke sana?” tanya Tria dengan nada penuh selidik dan amarah yang disembunyikan. Seorang pria berdiri beberapa meter darinya. Tentu saja Tria mengajak pria itu untuk bicara, tapi sepertinya dia tak mendapat jawaban apa-apa. “Aku bilang kau bebas pergi dengan siapa saja dan ke mana saja, tapi jangan sampai ada orang yang mengenalimu apalagi itu adalah lawan bisnisku!” Kali ini Tria agak meninggikan suaranya. “Kau dengar aku? Kenapa kau selalu sesuka hatimu saat ....” ‘Prang!’ Tria tak selesai dengan kalimatnya, karena orang yang sedang ber

