Melamun dan merasa sendiri di sebuah ruangan yang ditempati beberapa orang. Hellena berada di tengah masa depresinya. Pertemuannya dengan selingkuhan sang papa menambah kekacauan pikiran. Kenapa lagi-lagi harus perempuan itu? Kenapa lagi-lagi harus ada orang lain yang membuat orang tuanya bertengkar dan membuat dia merasa tersisihkan? “Hey, kenapa kau kembali lagi ke sel ini?” tanya seorang wanita lain yang berada dalam satu sel bersama Hellena. Perempuan dengan rambut keriting itu duduk melipat kaki hingga lututnya menyentuh perut. Dia mendengar salah seorang bicara padanya, tapi Hellena sedang tak ingin mengeluarkan suara. Rambutnya masih berantakan, dengan bekas air mata yang kering di sudut pelupuknya. “Hei! Kau tidak dengar?” Narapidana lain menyenggol bahu Hellena. Hellena

